Pengertian Muamalah dalam Islam


Advertisement


Apakah pengertian muamalah dalam Islam? Kalau mendengar istilah tersebut rasanya sudah tidak asing lagi karena memang itu bukan istilah baru dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian orang mungkin ada yang belum faham tentang arti muamalah itu sendiri. Untuk itu pada kesempatan kali ini mari kita sedikit membahas tentang definisi muamalah dan ruang lingkupnya yang akan memberikan sedikit penjelasan terkait fiqih dan muamalah kepada anda dengan tujuan untuk saling berbagi informasi yang mungkin akan berguna. Menurut fiqih, yang dimaksud muamalah adalah kegiatan tukar-menukar barang atau sesuatu yang dapat memberikan manfaat dengan cara-cara tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Kegiatan yang termasuk dalam kategori muamalah diantaranya jual-beli, sewa-menyewa, pinjam-meminjam, kegiatan bercocok tanam, dan lain sebagainya. Muamalah dapat terlaksana tidak lepas dari hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, tolong-menolong, saling melengkapi satu sama lain, sehingga terjalin silaturahmi yang erat antar sesama.

muamalah

Dalam Islam, muamalah sendiri meliputi cakupan yang sangat luas, yang terpenting adalah dalam masa transaksi tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun. Sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan.

Juga, adanya unsur yang lain misalnya riba dan sebagainya sangat tidak baik apabila ingin menjalankan transaksi berdasarkan Islam karena hal ini jelas dilarang. Namun untuk rambu dan peraturan lengkap mengenai hal itu memang sering diperdebatkan karena masih simpang siur. Kita sendiri dapat melihat banyak kasus yang terjadi dengan adanya praktek tersebut sehingga dapat menyimpulkan seperti apa batasan yang sesuai untuk di ikuti.

Dalam melaksanakan transaksi ekonomi di masyarakat, akan sangat baik kalau kita menggunakan landasan Agama (dalam hal ini Islam), sehingga kegiatan transaksi dapat berjalan lancar tanpa ada kecurangan maupun bertentangan dengan Agama. Namun hal ini masih sering dilupakan oleh mereka pelaku bisnis karena mementingkan keuntungan semata, menghindari hal ini penting bagi kita mempunyai pengetahuan yang cukup dalam bidang ekonomi yang kaitannya dengan transaksi jual beli dalam dunia perdagangan.

Advertisement

{ 0 Comments... read them below or add one }

Post a Comment