Contoh Cerita Mitos: Nyi Roro Kidul


Advertisement


Rasanya bukan hal asing lagi ketika kita bicara tentang contoh cerita mitos, misalnya legenda Nyi Roro Kidul. Karena banyak sekali mitos yang berkembang di masyarakat kita terkait sebuah kepercayaan, cerita, dan pantangan tertentu yang segalanya dikuatan oleh mitos turun-temurun dari nenek moyang. Sebenarnya apa sih pengertian cerita mitos itu sendiri? Dalam pelajaran disekolah pasti sudah pernah dibahas tentang arti cerita mitos, yaitu kata mitos yang berasal dari kata mite/ myth yang artinya adalah prosa rakyat.

Jadi cerita mitos dapat diartikan sebagai cerita yang sudah diyakini secara turun temurun dikalangan masyarakat dan kebenaran cerita tersebut dipercaya memang pernah terjadi. Banyak sekali cerita mitos yang berkembang di masyarakat, biasanya disetiap daerah memiliki cerita mitos sendiri-sendiri. Tentang kebenaran dari cerita mitos tersebut, silahkan jika anda ingin mempercayainya atau tidak, dikembalikan pada diri masing-masing.

Berikut ini salah satu contoh cerita mitos yang cukup terkenal di tanah Jawa, yaitu cerita Nyi Roro kidul sang penguasa laut selatan. Alur cerita pada tulisan dibawah ini mugkin sudah sering anda dengar karena memang saya ambil dari cerita umum yang sudah tidak diketahui lagi sumber aslinya siapa pengarang cerita tersebut. Namun sampai sekarang kepercayaan akan Ratu Pantai Selatan itu masih tetap ada dan berkembang di masyarakat.

Kanjeng Ratu Kidul

Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkawinan tersebut. Maka, bahagialah sang raja.

Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.

Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun menuruti perintah Sang Ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.

Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. “Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.

Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..

Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.


Setelah membaca petikan cerita diatas rasanya sedikit berbeda dengan legenda yang berkembang dan mungkin pernah anda dengar atau baca di suatu media. Cerita Nyi Roro Kidul sendiri sebenarnya memiliki banyak versi, petikan cerita diatas hanyalah salah satu versi dari cerita Kanjeng Ratu Kidul yang pernah saya baca. Untuk anda penggemar cerita yang bernuansa legenda seperti tulisan diatas maka silahkan mencari referensi lain yang lebih lengkap dan dapat pula berbagi disini.

Advertisement

{ 0 Comments... read them below or add one }

Post a Comment