Pengaruh Kurang Ground [Sistem Grounding] pada Rangkaian Audio


Advertisement


Grounding
Sebenarnya apa saja pengaruh kurang ground pada sistem audio misalnya pada power amplifier? Untuk anda yang hobi merakit rangkaian elektronika, maka sudah saatnya untuk tidak meremahkan sistem grounding atau kegunaan ground bagi kelangsungan rangkain yang dibuat.

Dahulu saya sudah pernah membahas tentang dampak atau akibat dari sistem grounding yang jelek pada power amplifier, anda bisa membacanya pada tulisan: amplifier suara mendengung. Selain mengakibatkan dengung, ternyata ada dampak lain yang ditimbulkan akibat dari kurangnya grounding pada perangkat audio.

Kebetulan kemarin saya baru saja memperbaiki amplifier audio sistem, yang rusaknya suara jadi kayak robot (cacat) dan bahkan jika sudah panas maka amplifier akan mati. Tadinya saya curiga pada bagian tegangan yang tidak cukup untuk men-supply power amplifier, namun setelah di ukur ternyata semua tegangan dalam kondisi normal.

Dan cara terbaik untuk mengetahui bagian mana yang rusak adalah dengan mamisahkannya, yaitu bagian power, tone control, pre-amp, equalizer, serta bagian encoder saya test satu per-satu. Melakukan pengecekan per-bagian ini sangat membantu kalau kita mau melihat bagian mana yang mengalami kerusakan pada sistem audio, bahkan pada saat service barang-barang lain, metode ini akan tetap ampuh untuk diterapkan.

Setelah saya urut, ternyata tiap bagian normal. Lalu kenapa pada saat semua rangkaian digabungkan maka amplifier tidak dapat bekerja dengan optimal? Ini yang harus diselidiki. Dan setelah memperhatikan sistem grounding yang ada, saya baru sadar ternyata amplifier mahal dengan kualitas bagus ini memiliki sistem grounding yang sangat minim/ buruk.

Menyadari kalau grounding pada rangkaian tersebut masih kurang, segera saya menambahkan sejumlah ground wire untuk mendukung grounding yang sudah ada. Yang terpenting setiap bagian seperti encoder, equalizer, tone control, power amplifier, dan power supply mendapat ground yang baik terhadap body rangkaian.

Setelah semua grounding terpasang, saya coba kembali untuk menghidupkan rangkaian amplifier yang sudah saya revisi tersebut. Dan ternyata hasilnya tidak sia-sia, power amplifier sudah dapat berfungsi normal. Hal yang  tadinya di anggap sepele yaitu grounding, ternyata menyebabkan kerusakan jangka panjang.

Advertisement

{ 5 Comments... read them below or add one }

muh zaini said...

pasang nya gi mn gan

Rizky Pristian said...

cara pasang ground yang benar bagaimana mass?? mulai dari Crossover, PA, TC< dan speakernya.. thkss

naryan_puisicinta said...

bang saya mau tanya suara trible pada sepiker saya ko over banyak krepek2nya dan jika volume control di kecilin maka bunyi sepiker L krepek2 padahal sepiker mash bagus

sumawe oyi said...

gak pernah jawab commen paling dia tulis dari hasil copy paste blog orang lain

Dwi said...

maaf bagi yang tanya tidak sempat saya jawab, karena kesibukan saya di offline.

@ sumawe oyi: ini blog hasil dokumentasi saya dilapangan bro, jadi kebanyakan tulisannya adalah pengalaman pribadi..

Post a Comment