Cinta Istri Kepada Suami


Advertisement


Perhatian: Ini hanya catatan pribadi saya, kalau Anda tidak suka mohon jangan dibaca.

Kalau bicara soal cinta, pasti tidak akan habis dibahas. Cinta kepada sesama, cinta pada alam, dan cinta dalam arti luas. Begitu pula cinta kita pada pasangan, pasangan yang merupakan belahan jiwa, tempat berbagi suka-duka, teman dalam segala keadaan.

Setiap pasangan pasti menginginkan hubungan mereka berjalan mulus dan langgeng. Ibarat orang yang sedang berlayar, akan terasa indah kalau liku hidup ini kita jalani bersama pasangan kita. Tapi bagaimana kalau ternyata takdir berkata lain?

Merupakan hal yang berat jika seandainya kita harus dihadapkan pada kata perpisahan. Walaupun tak dapat dielakkan, suatu saat kita pasti akan mengalami yang namanya berpisah. Ada pertemuan pasti ada perpisahan, semoga kita selalu siap jika sewaktu-waktu saat itu datang.

Gimana jadinya kalau perpisahan itu terjadi dengan tiba-tiba, bukan pada waktu yang tepat dan ternyata pasangan yang paling kita cintai harus meninggalkan kita. Kalau hanya pergi untuk bekerja atau merantau mungkin masih ada harapan untuk bertemu lagi. Tapi kalau kepergian itu untuk selama-lamanya?

Pasti akan terasa berat, sangat susah untuk menerima kenyataan. Aku hampir meneteskan air mata ketika menonton detik-detik perpisahan itu terjadi pada pasangan suami-istri (aku menyebut mereka kakak). Dimana sang istri yang lagi dikampung mendapat kabar mengejutkan tentang suaminya di Jogja yang dalam keadaan kritis. Tiga hari dirumah sakit akhirnya sang suami berpulang.

Kalau Tuhan sudah berkehendak, kita hanya bisa pasrah. Meski hal itu pasti terasa berat bagi seorang istri yang sangat mencintai suaminya. Sosok yang begitu dekat, yang merupakan tumpuan hidupnya, sewaktu ditinggal pulang dalam keadaan sehat, ternyata bertemu kembali dirumah sakit dalam suasana penuh kesedihan.

Semoga sang istri mendapat kekuatan dariNya, dan dapat merelakan kepergian sang suami, walaupun itu pasti memakan waktu yang lama. Dari statusnya di facebook aku sangat tersentuh membacanya, jiwanya masih labil, masih perlu waktu untuk dapat menerima kenyataan. Cinta Istri Kepada Suami

Advertisement

{ 0 Comments... read them below or add one }

Post a Comment