Fungsi Rangkaian CrossOver


Advertisement


Bagi yang sudah terbiasa dengan rangkaian elektronika mungkin sudah tau apa itu fungsi rangkaian crossover. Tapi mari kita coba membahasnya lebih lanjut tentang pengertian crossover itu sendiri. Crossover adalah sebuah istilah dalam rangkaian elektronika yang artinya sebuah rangkaian dengan fungsi memisahkan frekuensi audia menjadi beberapa channel sesuai dengan yang sudah ditetapkan.

Jadi fungsi rangkaian cross over adalah memisahkan atau mem-filter frekuensi audio mulai dari frekuensi rendah sampai frekuensi tinggi agar suara yang dihasilkan oleh speaker sesuai dengan ukuran speaker tersebut. Misalnya crossover 3 way, artinya frekuensi audio akan dipisahkan menjadi 3 channel yaitu frekuensi rendah (untuk speaker besar/ woofer), frekuensi menengah (untuk speaker medium/ midrange), dan frekuensi tinggi (untuk tweeter).


Berikut rentang frekuensi audio menurut standar yang sudah ditetapkan:

1. tweeter (rentang freq 1000hz-20Khz atau lebih)

2. midrange (rentang freq 200hz-8kHz atau lebih)

3. midbass (rentang freq 40hz-5Khz atau lebih)

4. subwoofer (rentang freq 10hz-1kHz)


Ada dua macam crossover yaitu crossover aktif dan crossover pasif. Perbedaan diantara keduanay yaitu kalau crossover aktif terdiri dari beberapa komponen seperti resistor, IC, transistor, dan kapasitor. Crossover aktif memerlukan sumber energi listrik untuk dapat bekerja. Sedangkan crossover pasif hanya terdiri dari lilitan kawat tembaga (induktor), capasitor, dan resistor. Crossover pasif cukup disambungkan dengan keluaran power amplifier tanpa harus menggunakan sumber daya listrik.

Itu saja pembahasan megenai fungsi rangkaian crossover, semoga membantu.

Advertisement

{ 5 Comments... read them below or add one }

Gaphe said...

Duh ampun, gak ngerti kalo soal yang ini.. ampuuuun

iswanto said...

om,ksh pnjlsn jgag dunk tntng cr2 pnymbungn pwer,crossover,mixer,ma out put audiox yg bnr gmn.mksh

Aka said...

Tengkyu om ............

Iig Sunda said...

maaf gan mw nanya. apa perbedaan xover sm tone control. berhubung keduanya mengatur frekuensi suara. jadi bingung ane he he...

Dwi said...

@ Iig Sunda: kalau cross over itu masing2 komponennya sudah ditetapkan, jadi tidak bisa dirubah nilainya.
sedangkan tone control dapat mengubah frekuensi melalui potensio/ variable resistor.

Post a Comment