Saat Kita Dihadapkan Pada Situasi "Mencintai Tanpa Harus Memiliki"


Advertisement


Saat Kita Dihadapkan Pada Situasi "Mencintai Tanpa Harus Memiliki", apa yang kalian lakukan?

Melupakannya?
Berusaha menghilangkan perasaan cinta itu?
Kalau tidak bisa bagaimana?
Bukankah cinta itu satu anugerah? 
Mungkin kalian terus bertanya dalam hati, kenapa?
Bukankah dia juga memiliki perasan yang sama? 
Lalu tindakan apa yang selanjutnya diambil?
Menemui mbah dukun?
Frustasi?
Miras, narkoba, gantung diri?

Saat Kita Dihadapkan Pada Situasi "Mencintai Tanpa Harus Memiliki", sebaiknya kita berhenti bersikap egois dan bertanya pada diri sendiri:

Apa mungkin saya terlalu memaksakan kehendak?
Pernahkah saya coba mengerti perasaan orang lain?
Bukankah masing-masing orang mempunyai alasan sendiri-sendiri?
Bukankah ada ungkapan "cinta tak harus miliki"?
Bukankah kalau sudah jodoh tak kan kemana?

Dan kemudian mulailah untuk berbesar hati dengan apa yang sebenarnya terjadi. Seharusnya kita bangga karena telah memiliki rasa cinta itu, walaupun cinta tak selamanya bersatu. Dan ingatlah masih banyak ungkapan-ungkapan lain yang tak kalah "seru" daripada perkataan "mencintai tanpa harus memiliki", misalnya:

Gugur satu tumbuh seribu (bisa juga diterapkan dalam hal percintaan, asal tumbuhnya jangan bareng-bareng ya, ntar tambah pusing)

Jadi kalau hanya situasi "mencintai tanpa harus memiliki" yang sedang kalian hadapi, biarkanlah, karena itu memang harus terjadi. Yang penting kita sudah melakukan yang terbaik, selanjutnya hanya Dia yang berhak menentukan.

Ingatlah bumi masih terus berputar, dan jam dinding juga tak kan berhenti berdetak (kecuali kalau baterainya habis/ baterai bisa habis gak ya?).



Advertisement

{ 3 Comments... read them below or add one }

Rumah Dijual said...

bener banget tw,,, :)

welcome to Jawon Manis said...

hiks...hiks...rasanya sakit bgt ya wi...trus gmn ya?

Anonymous said...

dalam ilmu kehidupan orang byk orang yg salah kaprah.mereka lebih terfokus pada pertanyaan:bgaimana aku bisa menyelesaikan masalah ini.jika dalam himpitan problem.bukankah lebih baik kita bertanya:bagaimana saya menyikapi maslah ini?...jika bisa bs menyikapi dengan kdewasaan smua mslh hampir bs di selesaikan.tp jika ingin menyelesaikan langsung mana bisa tanpa menyikapinya dengan pemikiran yg dingin.

Post a Comment