Sakit Maag Yang Tidak Sembuh-Sembuh (Ceritaku)


Advertisement
Saat tadi membuka blog langsung tertarik dengan salah satu komentar anonim pada posting Aku Dan sakit Maag. Postingan tersebut adalah tulisan saya saat baru-barunya menulis di blog ini, jadi niatnya hanya sekedar curhat. Ternyata ada juga yang menemukan postingan tersebut dan meninggalkan komentar.
Komentarnya begini: mohon kelanjuttan ceritanya, karena apa yang anda alami sama dengan yang saya alami. sekarang saya masih sakit. mohon ya.dimancaniago@gmail.com

Komentar yang menginspirasi saya

Sepertinya saudara dimancaniago@gmail.com sedang sakit maag, baiklah saya akan melanjutkan cerita saya berjuang melawan sakit maag yang tidak sembuh-sembuh (kata dokter maag kronik).

Jadi karena sakit saya yang tidak kunjung sembuh dan saya harus tetap kerja, maka berbagai upaya untuk mendapat kesembuhan saya lakukan. Mulai dari berobat ke dokter, membeli obat maag di apotik, mencoba obat-obatan tradisional, sampai memesan obat maag dari teman saya yang orang Nepal, katanya obat dari Nepal tersebut cukup mujarab.

Tapi semua itu belum membuahkan hasil, perut saya masih belum normal. Kalau bekerja terlalu berat atau sedikit stress, nyeri dan pusing akan bertambah parah. Sampai akhirnya saya pergi ke rumah sakit yang lumayan berkelas ( Hospital Lam Wah EE ) dan langsung merujuk ke dokter pakar organ perut gastropology dan hepatology (bener gak sih ejaannya?).

Oleh dokter tersebut saya disarankan agar melakukan endoskopik untuk memastikan apakah maag saya karena bakteri atau karena luka di lambung. Endoskopik adalah proses memasukkan sejenis pipa kedokteran yang pada ujungnya terdapat kamera untuk melihat organ lambung dan sebagian usus kecil, perangkat endoskopik ini juga dilengkapi sejenis alat yang dapat digunakan untuk mengambil sampel kulit pada organ perut (biopsi).  Proses endoskopik penting untuk mengetahui penyebab pasti sakit maag, jadi obat yang nanti diberikan akan tepat sasaran.

Hasil dari endoskopik menunjukkan bahwa lambung saya tidak ada luka, hanya sedikit bercak seperti bekas jerawat, mungkin bercak inilah yang menyebabkan nyeri tidak berkesudahan yang saya derita. Dan hasil biopsi negatif, yang berarti maag saya bukan karena bakteri.

Foto 'jeroan' saya (gambar kanan atas: lambung saya yg bermasalah)

Setelah mengkonsumsi obat secara rutin maag saya berangsur membaik, nyeri di perut semakin berkurang, tapi kalau obat habis sakit maag masih suka kambuh lagi. Dan akhirnya sayapun memutuskan untuk tidak lagi mengkonsumsi obat dokter, tapi mencoba obat alami dari rebusan kunyit. Caranya kunyit di iris kecil-kecil dan direbus, air rebusannya diminum tiap pagi dan sebelum tidur malam (saat perut kosong). Saya mengkonsumsi ramuan ini rutin hampir selama 3 bulan dan maag saya sembuh.

Jadi bagi Anda yang sedang menderita sakit maag dan tidak kunjung sembuh, jangan putus asa. Yang terpenting terus berusaha, jangan stress berlebihan, hindari makanan pantangannya, lebih baik segera pergi ke dokter pakar agar penyebab sakitnya dapat diketahui dengan pasti.

Kesembuhan bukan berasal dari obat dokter saja, cobalah berbagai alternatif, tetap semangat dan berdo'a. Setiap penyakit pasti bisa disembuhkan. Buat saudara dimancaniago@gmail.com semoga cepat sembuh ya.. :)

Advertisement

{ 1 Comments... read them below or add one }

Gaphe said...

semoga lekas sembuh yah, emang nggak enak kalo udah kena maag.. ganggu aktivitas banget pastinya.

Post a Comment