Awalnya Aku Benar Yakin Ternyata Aku Yakin Salah


Advertisement
Awalnya aku coba mengingkarinya, dengan menunjukkan kelebihanku pada mereka, atau memamerkan kebolehanku. Seakan aku ingin berkata: "Ini aku, lihatlah kehebatanku, lihatlah betapa aku sungguh rupawan, betapa aku memiliki segalanya.." Dan dengan keangkuhanku akupun berdiri mendongak, seakan semua orang menjadi liliput dibawahku.

Tapi kemudian apa yang aku dapatkan? Setelah semua yang aku miliki aku pamerkan, pujian? sanjungan? Apakah sebenarnya itu yang aku inginkan? Apakah itu semua mampu untuk menjadikanku lebih sempurna, atau lebih baik daripada mereka yang selalu aku pandang sebelah mata?

Ternyata aku salah, dengan bersikap demikian ternyata akulah yang sebenarnya tengah menunjukkan kepada mereka betapa hina dan rendahnya diriku, betapa dangkalnya pemikiranku yang sok angkuh.., sok hebat.., merasa paling sempurna diantara yang lain, hmm..

Hingga saat ini dengan sikap yang selama ini aku pertahankan, satu-persatu mereka mulai menjauhiku, mencemooh dan mengejekku. Dan aku mulai sadar, sifat angkuh, sok bisa, sok cakep, sok cantik, dan lain-lain sifat yang selama ini aku pamerkan ternyata bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan panutan untuk menjalani hidup ini. Hidup bersosial dan berbaur dengan orang lain, bukan kehebatan dan kelebihan kita yang harus dipamerkan, tapi sikap rendah hati dan berbudi pekerti luhur itu yang terpenting.

Akhirnya aku mulai sadar dan berusaha memperbaiki diri, aku bukan yang terbaik, aku bukan nomor satu, aku hanya sebagian kecil dari mereka, dari arus kehidupan ini yang walaupun kadang terasa getir tapi tetap harus ditelan.., aku hanya serangga.

Advertisement

{ 11 Comments... read them below or add one }

Adit Mahameru said...

Inilah yg kata ustad adalah syirik kecil, membandingkan lebih besar dgn orang lain..hehhhhhe..tapi, hebat jika kesadaran cepat tumbuh agar lebih bersahaja Insya Allah..amin

Mimi Taria said...

Instrospekksi diri adalah suatu tindakan yang mulia,,,

Dwi said...

@ Adit Mahameru: amin.., terimakasih mas, semoga saya selalu sadar untuk terus bersahaja.

@ Mimi Taria: terimakasih mbak, lebih pada perenungan sebenarnya.

Anton Wijaya said...

Assertif lebih bermakna untuk meluruskan kembali sobat, dah lama tidak berkunjung.

ingin tahu said...

sipp/....untuk perenungan...

Putri Indah Purnama Sari said...

Ini namanya khilaf, dan setiap org pasti pernah seperti ini..
Bagus jika masih ada kesadaran untuk intropeksi diri..
Dengan mencoba berubah, Insyaallah org2 yg tadi menjauh akan membuka hati lagi.

Tip Trik Facebook said...

postingan yang bagus kawan

Hukum Indonesia said...

ada pepatah mengatakan " jadilah seperti padi makin tua makin menunduk "

follow No.125....

archer said...

sebuah introspeksi diri agar menjadi lebih baik..

MJ said...

Keren postingannya.... thanks yach dah ngingetin... :)

San3DARUSSALAM said...

sederhana tp mengena....tanks

Post a Comment