Sisi Lain ku


Advertisement
Berjalan ditanah lapang yang hijau, ditemani semilir angin senja yang menyejukkan menambah segar udara ditempat ini. Jauh sudah aku berjalan, banyak yang sudah kulihat, banyak kejadian sedih, gembira, konyol, menjengkelkan, dan lain-lainnya sudah kualami.

Memang semuanya begini dan harus begini, kini aku hanya berjalan, hanya meneruskan langkah yang aku sendiri tidak pasti apakah aku menginginkannya. Tapi karena ini semua adalah jalan, maka apapun warnanya harus tetap dilalui, dengan langkah yang pasti tentunya.

Ditengah jalan kadang aku menemukan berbagai lelucon yang membuat aku terpingkal-pingkal, tak jarang pula aku harus berhenti dan duduk sejenak karena jalan ini terlalu berbatu dan melelahklan untukku.

Jalan yang sempit, jalan yang gelap, aku tak putus asa melaluinya, dan kini terbukti jalan ini telah berubah menjadi lapangan hijau yang menyejukkan, tak sia-sia aku melangkah.

Mungkin Anda mengira-ngira apa sebenarnya yang sedang kutulis ini? Tidak usah dikira, karena ini hanya tulisan yang tidak perlu dikira, semuanya hanya mengikuti jari-jemari dan sesuatu didalam kepala ini yang mengganjal, makanya aku beri judul sisi lain ku.

Advertisement

{ 0 Comments... read them below or add one }

Post a Comment