Obat Demam Alami (Ceritaku)


Advertisement
Hari ini Senin 10 Januari 2011, hari pertama aku masuk kerja masih direpotkan dengan badan meriang yang mulai terasa dari hari sabtu kemarin. Sebelumnya aku sudah menulis tentang keluhanku ini di Multiply, sekalian saja kusambung ceritanya disini dengan judul obat demam alami. Mengenai sakitku ini, obat sudah minum sih, tapi hanya obat tradisional yang terbuat dari daun-daunan gitu, yang ngasih orang Cina. Katanya obat itu lebih aman dikonsumsi karena tidak mengandung bahan kimia, memang kalau untuk sakit panas ringan atau badan panas dalam sangat manjur minum obat itu.

Tapi kayaknya meriangku kali ini lumayan bandel, buktinya aku sudah minum obat itu tiga kali berturut-turut dengan dosis sekali minum dua butir tapi demamku masih belum reda juga. Malah kali ini ketambahan pilek juga, jadinya lengkap banget deh, selain badan panas, hidung juga mampet.

Tadi pagi waktu baru masuk kerja aku minta obat lagi, kali ini aku makan tanaman obat yang masih berwujud daun segar. Memang disebelah tempatku bekerja terdapat semacam apotik hidup gitu, bermacam-macam tanaman ada disana dengan kegunaannya masing-masing untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Kebiasaan orang Cina kalau bukan sakit yang benar-benar parah mereka tidak mau menjumpai dokter, lebih baik mengkonsumsi obat-obatan alami yang lumayan tidak ada efek sampingnya. Ada baiknya juga sih kebiasaan seperti itu, karena kalau terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan dokter tidak baik juga, katanya zat kimia yang mengendap didalam tubuh kita memerlukan waktu yang lama untuk bisa keluar dari dalam tubuh.

Nah, setelah makan daun obat tadi kalau sampai sore demamku belum reda baru aku berjumpa dokter. Daunnya rasanya pahit banget, kalau di Indonesia kayaknya aku pernah tau, kalau tidak salah namanya daun sambiroto yang daunnya kecil runcing-runcing dan rasanya minta ampun pahitnya. Cara makannya cukup ditelan, karena kalau dikunyah tidak akan tahan oleh rasa pahitnya. Aku tadi cuma makan empat lembar daun saja, sebenarnya idealnya tujuh lembar, tapi aku khawatir nanti berpengaruh pada tekanan darahku, karena selain obat turun panas daun itu juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan juga menyembuhkan sakit perut seperti ada angin dalam perut.

Sekitar jam dua sore demamku mulai reda, wah ternyata manjur juga daun tadi, benar-benar obat demam alami, dan akhirnya aku tidak jadi berobat ke dokter.

Advertisement

{ 4 Comments... read them below or add one }

Sukadi said...

Dengan mengkonsumsi obat-obatan alami terkadang lebih manjur ketimbang pakai obat yang buatan pabrik.
Semoga sudah baikan dan sehat selalu Mas... :)

Dwi said...

terimakasih mas, beneran manjur obat alami, sampai sekarang sudah tudak demam lagi

Gaphe said...

ooh.. beneran berkhasiat yak?.. saya pikir tadinya cuman gara-gara sugesti. patut dicoba tuh.. bentuk daunnya koq nggak ada fotonya?

Dwi said...

wah iya ga sempat difoto.. daunnya kayak daun sambiroto/sambiloto itu lho mas,

Post a Comment