Wedhus, Monyet, Dan Sang Babi Hutan


Advertisement
Suatu pagi disebuah hutan kawasan cagar alam yang bersebelahan dengan hutan Darmo Gandhul, dimana hidup para satwa yang aman, tenteram, dan damai tanpa campur tangan pihak luar. Dibawah pohon rindang itu, bertemulah wedhus dan monyet salah satu penghuni hutan tersebut.

Wedhus: "Selamat pagi nyet.., apa kabar nich?"

Monyet: "Selamat pagi, kemana saja kamu lama ga kelihatan, dasar wedhus".

Wedhus: "Biasa nyet, akhir-akhir ini lagi sibuk dengan pembangunan hutan kita ini, semua kaum wedhus kerja lembur nyet..".

Monyet: "Wah iya, hutan kita ini semakin maju, tapi apa kamu belum mendengar kabar baru dhus?"

Wedhus: "Belum nyet, kabar apaan tuh?"

Monyet: "Menurut si burung pipit yang baru pulang dari hutan Darmo Gandhul, katanya sang raja babi hutan akan memberlakukan kebijakan baru untuk hutan kita ini dhus.."

Wedhus: "Kebijakan baru bagaimana maksudnya nyet?"

Monyet: "Katanya, sang babi hutan akan membuka hutan ini untuk umum, jadi nanti hutan kita ini bukan lagi daerah cagar alam, dhus.."

Wedhus: "Waduh.., bagaimana pemikiran sang raja babi hutan ya nyet, sejak dari nenek moyang kita dulu bukankah hutan ini merupakan daerah cagar alam."

Monyet: "Mungkin sang babi hutan punya rencana tersendiri untuk kemajuan hutan kita ini dhus, kita sebagai rakyat kecil harus mematuhinya."

Wedhus: "Tapi kalau kebijakan itu memang benar, berarti sang raja babi hutan akan mengubah sejarah nyet, bukankah sejak dari pemerintahan sang singa dulu hutan kita ini sudah aman tenteram sebagai daerah cagar alam.."

Monyet: "Kita tunggu saja dhus, semoga berita yang dibawa si pipit itu tidak benar.."

Wedhus: "Kalau memang benar, berarti sang babi hutan sudah kelihatan aslinya nyet,, bisanya cuma ngepet saja tidak mau mendengarkan suara rakyatnya., bukankah masih ada urusan lain yang lebih penting selain mengusik hutan kita ini, menangkap cecunguk-cecunguk tikus pencuri padi itu misalnya.."

Monyet: "Sudahlah dhus, kita lihat saja nanti, aku mau jualan pisang dulu, mumpung masih pagi, pasar Kliwon masih ramai.."

Wedhus: "Ya sudah nyet, selamat beraktifitas.."

Monyet: "Goodbye dhus, dasar wedhus.."

Advertisement

{ 13 Comments... read them below or add one }

Belantara Indonesia said...

Lalu perannya mas e apa?..kkwkwkkwkw

Dwi said...

haha..., yang pasti bukan sebagai satwa mas..

Masjid Kita said...

sang babi hutannya???

mas.. sekalian tukeran link yah... link nya sudah saya pasang di tempat saya, semoga berkenan utk memasang link saya di sini, terimakasih :)

Jo said...

ceritanya itu maksudnya apaan sob, menyindir ya?

wong sikampuh said...

lucu mas heeeee

Meutia Halida Khairani said...

semua binatang dan analogi kemanusiaannya.. semoga singa memimpin lagi. hehe

Salesman Jogja said...

Kampretnya lagi kemana Mas ...kok gak kelihatan.

julicavero said...

monyet jualan pisang?haha..ada jg pisangnya dihabisin ama dia..

Celotehan said...

sang singa udah pensiun dr masa pemerintahannya ya Mas hehe

wits said...

terus endingnya gimana?aku sering denger wedhus gembel pasca merapi akhir2ini, klo boleh tau wedhus apaan sih?itu bahasa jawa kan,makasih...

Sukadi said...

Wedhus, Monyet, Babi, kok nggak enak semua ya kedengarannya he.he..

ditunggu cerita selanjutnya Mas.. :)

ingin tahu said...

wah ini kayaknya baru menceritakan yang baru hangat2nya dibicarakan....semoga HUTAN cagar alam tetap ISTIMEWA....

keren ceritanya..... salut..!!!!

Dwi said...

@ Wits: ga ada endingnya, itu cuma sekedar kiasan uneg-uneg saya koq. iya, wedhus itu bahasa jawa, artinya kambing.

@ Sukadi: maksudnya bukan umpatannya itu mas, saya cuma menganalogikan situasi sekarang ini :D.

@ Ingin Tahu: iya ko, semoga tetap istimewa.

Post a Comment