Bupati Gunungkidul (Sebelum Menutup Mata, Pak Peno Menangis)


Advertisement

 GUNUNGKIDUL - Sebelum meninggal dunia, Bupati Gunungkidul Sumpeno Putro sempat menangis di hadapan empat anggota polisi dari Polres Gunungkidul. Ia mengaku ingin sekali membangun wilayahnya dengan sepenuh hati, dengan fikiran bersih dan sangat serius.

Kala itu, di Bangsal Sewokoprojo, hampir setiap ada waktu luang Sumpeno Putro sering bercerita panjang lebar. Bahkan soal masalah pribadi pun ia kerap terbuka. Bupati yang baru mengemban tugas selama 3 bulan 5 hari itu merencanakan menikah dalam waktu dekat.

Di mata Brigadir Andri Purwanto, sosok bupati Sumpeno Putro merupakan pria tangguh yang sangat menghargai orang lain. Tidak pandang profesi serta tidak mengenal jarak dengan siapa pun, terlebih pada rakyat Gunungkidul. “Pak Peno (panggilan akrabnya), meneteskan air mata mas, saat berbicara mengenai pembangunan wilayah gunung seribu,” kata Brigadir Andri Purwanto.

Pak Peno juga seringkali memberi nasehat. “ Orang itu, kalau ingin sukses mas, ya harus prihatin. Di dalamnya dibumbui dengan kepribadian yang profesional, terus berjuang dan jangan patah semangat bila ada aral dan rintangan, ” kenang Brigadir Andri menirukan nasehat Sumpeno Putro.

Ada hal tak terlupakan dalam benak Andri. Ia pernah mendapatkan pesan singkat dari almarhum untuk mencarikan tawon. Ternyata, anak satu-satunya dari alm. Sumi (ibu) dan Mangun Taruno (ayah) ini memiliki kegemaran menikmati menu spesial tawon goreng. “Mas, Andri, njenengan punya kenalan yang bisa carikan tawon mboten? Kkalau ada tolong saya dicarikan nggih,” kembali Andri mengenang.

Pada saat lebaran lalu, Andri Purwanto dan tiga polisi lain yang diberikan tugas mengawal bupati terpilih selama beberapa minggu mendapatkan bingkisan istimewa. Masing-masing dihadiahi 1 stel sarung untuk dipergunakan saat salat Idul Fitri. “Mas, pergunakan sarung ini untuk ibadah, jangan lupa salat lima waktu karena selain kewajiban, salat itu menentramkan jiwa,” sambung Andri.

Kenangan indah juga melekat dalam pikiran Bripka Nur Khabib. Meskipun tugas pengawalan dari polres sudah berakhir, komunikasi secara personal masih terus dilakukan. Bahkan, Sumpeno meminta empat anggota polisi itu untuk selalu bisa datang ke rumah dinasnya, Bangsal Sewokoprojo. “Sering sekali kami berdiskusi dengannya. Yang dibicarakan kadang serius namun tak jarang senda tawa, “ tutur Nur Habib.

Kenangan lucu terekam jelas dalam memori Nur Habib manakala bupati Sumpeno Putro berbicara mengenai pendamping hidup. Sembari tersenyum beliau memintanya untuk dicarikan jodoh untuk menemaninya menjalankan tugas membangun Gunungkidul. “Mbok njenengan kalau punya kenalan saya dicarikan mas, “ ungkap Nur Habib.

Dua anggota pengawal bupati lainnya, Aipda Andreas dan Bripka Budi Santoso juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari Pak Peno.

sumber berita: Radar Jogja 

Turut berduka cita dan kehilangan atas meninggalnya Bupati Gunungkidul Sumpeno Putro, semoga beliau mendapat tempat yang mulia disisiNya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, amin..

Advertisement

{ 10 Comments... read them below or add one }

Rizky2009 said...

selamat jalan pak bupati semoga wejanganmu mendapat balasan dr Allah SWT, semaga semua amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT, amin

Belantara Indonesia said...

Semoga mendapatkan tempat di sisi Allah Ta'alla...semoga, amin...

Saung Web said...

Inna lillahi wainna ilaihi rajiun

siti said...

semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT..

secangkir teh dan sekerat roti said...

ikut berduka cita.. :(

Fir'aun NgebLoG said...

semoga Pak Bupati beristirahat tentram di sisi-Nya, Amin.

bintangair said...

semoga amal ibadah beliau di terima di sisiNya. amin..

dwisuka said...

Smg Allah merahmatinya....
Btw, beliau sakit apa? Kalau tak salah beliau masih sempat rapat berkaitan dg pengungsi merapi ya...

Dwi said...

@ dwisuka: iya, saya baca beritanya katanya karena kelelahan dan serangan jantung.

Anonymous said...

Assalamu'alaikum wr wb,

Mas Dwi, terima kasih atas tulisan dan kesan-kesan yang positif terhadap almarhum.

Beliau memang memiliki tekad untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gn Kidul sebagai pengabdian dan balas jasa kepada kampung halamannya. Beliau juga mengharapkan agar generasi penerus bisa menjadijauh lebih baik dibanding prestasi beliau selama ini. Akan tetapi takdir Allah berkata lain. Oleh sebab itu, kalian sebagai generasi muda, marilah melanjutkan cita-cita dan meneruskan perjuangan beliau untuk membangun Gn Kidul.

Saya pribadi merasa sangat terhormat pada saat beliau meminta saya sebagai pendamping hidup dan bekerja bersama-sama membangun Gn Kidul.

Semoga cita-cita beliau dapat terlaksana ditangan para generasi muda.

Salam
NB

Post a Comment