Banyak Merenung


Advertisement
Akhir-akhir ini aku lebih banyak merenung, bukan melamun atau menghayal, tetapi memikirkan tentang hal-hal yang sudah aku lakukan di waktu yang lalu. Kilas balik tentang semua kejadian-kejadian itu, semua yang sudah aku perbuat, sehingga semua menjadi pertanyaan-pertanyaan yang aku sendiri tidak mampu menjawabnya.

Apakah aku ini terlalu egois?
Atau sombong?
Atau mungkin malah kedua-duanya?
Apakah aku sudah sempurna melaksanakan segala perintahNya?
Apakah aku ini orang baik?
Apakah aku suka mempermainkan perasaan orang, atau mungkin perasaan cewek gitu?

... dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan aneh di dalam kepala ini yang tak terjawab. Yang mungkin pertanyaan2 tersebut tidak perlu di jawab, tetapi untuk di renungkan. Untuk koreksi diri.
Maaf kalau tulisan ini ngelantur,, memang lagi sepi ide, dan lagi pengin merenung.

Advertisement

{ 5 Comments... read them below or add one }

D3nBa9as said...

Salam

Oh, sedang "Banyak merenung" yach kawan. Merenung itu kadang bisa disamakan dengan Introspeksi diri loh, menurut saya kawan. Selamat merenung kawan tapi jgn kelamaan juga...

Berkunjung dan silaturahmi.

Salam kawan

angel said...

merenung untuk introspeksi, bagus itu :-)

Kholil Aziz said...

merenung tentang kekuasaan Tuhan dan merenungi kebesaran Tuhan adalah ibadah.
dan merenung adalah aktualisasi diri kita untuk lebih baik lagi, seperti;
Apakah aku ini terlalu egois?
Atau sombong?
Atau mungkin malah kedua-duanya?
Apakah aku sudah sempurna melaksanakan segala perintahNya?
Apakah aku ini orang baik?
Apakah aku suka mempermainkan perasaan orang, atau mungkin perasaan cewek gitu?

Sukadi Brotoadmojo said...

koreksi itu perlu mas, merasa diri sudah baik hanya akan membuat kita sombong.
tetap semangat Mas... :)

Dwi said...

@ all: terimakasih semua.., ternyata benar, setelah perenungan yg cukup pikiranpun kembali jernih.

Post a Comment