Jenis Jenis Ulat Bulu dan Ciri Khususnya


Mengetahui jenis jenis ulat bulu paling menarik perlu untuk kita pelajari mengingat ada banyak sekali ciri khusus ulat bulu yang dapat menyebabkan sekumpulan ulat tersebut membawa hama pada tanaman sehingga merugikan petani. Untuk menghilangkan gangguan serangga ini harus dihentikan bukan hanya pada kepompongnya saja, namun juga kupu-kupu yang terbang menyebarkan telur ulat tersebut. Lantas bagaimanakah tindakan kita untuk mengantisipasi gangguan tersebut supaya tidak merusak lingkungan tempat tinggal kita?

Rasanya masih segar dalam ingatan dimana beberapa waktu yang lalu sebagian daerah di Indonesia digemparkan dengan serangan ulat bulu yang mengkhawatirkan. Berbagai tindakan antisipasi pun dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya wabah ulat bulu tersebut, mulai dari pembasmian secara massal oleh para warga sampai pemusnahan yang melibatkan peralatan khusus milik pemerintah.

Harapan kita tentu saja serangan ulat bulu tersebut tidak akan terjadi lagi, tapi kalau dipikir secara logika semua jenis makhluk hidup di bumi ini memiliki kesempatan untuk berkembang biak, sebagaimana makhluk hidup lain yang disukai manusia, ulat bulu pun juga bisa berkembang menjadi populasi yang cukup besar. Mungkin keseimbangan ekosistem yang membuat ulat bulu akhir-akhir ini masuk kedalam lingkungan manusia.

Beberapa macam gambar ulat (bulu) yang di ambil dari Google.co.id.







Rasanya banyak yang harus diketahui tentang serangga ini mengingat semakin perlunya untuk memahami ulat tersebut dan tidak salah kalau kita mengenal jenis jenis ulat bulu yang ada disekitar kita, ya hitung-hitung sebagai tambahan pengetahuan. Banyak jenis-jenis ulat bulu, berikut beberapa macam ulat bulu yang belakangan menyerang Jakarta: Lymantridae euproctis sp ditemukan di kawasan Tanjung Duren dan Kembangan, Jakarta Barat serta Limacodidae ploneta diducta dan Lasiocampidae trabala sp di kawasan Pekayon, Jakarta Timur. Sedangkan ulat bulu jenisNoctuidae ditemukan di Petojo, Jakarta Pusat.

Pengertian, Jenis, Fungsi Multimeter Analog dan Digital


Memahami apa fungsi multimeter digital maupun analog akan membawa pada pemahaman mengenai pengertian multimeter secara menyeluruh yang mencakup pada alat pengukuran tegangan, arus, dan tahanan dalam dunia elektronika. Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga orang yang menyebut multimeter dengan sebutan AVO meter, mungkin maksudnya A (ampere), V(volt), dan O(ohm).

Multimeter dibagi menjadi dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. 

Multimeter analog

Multimeter analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multimeter digital. Namun multimeter jenis ini lebih mudah digunakan sehingga banyak para teknisi yang familiar menggunakan tester analog daripada digital.

Multimeter digital
Multimeter digital memiliki akurasi yang tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan multimeter analog. Yaitu memiliki tambahan-tambahan satuan yang lebih teliti, dan juga opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere, volt, dan ohm saja. Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog.
Multimeter digital, yang ini memakai sumber daya listrik, bukan baterai

Skema Rangkaian Lampu LED Menggunakan IC


Ketika membahas tentang topik ini maka akan mengingatan kita pada mata pelajaran di sekolah yang mempelajari cara membuat skema rangkaian lampu LED berjalan sederhana bolak-balik, mengapa disebut rangkaian lampu LED berjalan? Karena lampu LED yang dipasang pada rangkaian ini akan menyala secara bergantian dari LED satu berganti ke LED sebelahnya. Sehingga kalau di amati nyala lampu LED tersebut seperti berjalan. Rangkaian ini sering juga disebut rangkaian running LED.

Sedangkan dalam beberapa materi pelajarang telah dibuat gambar rangkaian LED dengan memakai transistor sebagai komponen utamanya. Rangkaian yang seperti itu lebih budah dibuat karena hanya sedikit komponen yang diperlukan yaitu transistor dan beberapa resisor serta elco. Namun untuk hasil yang lebih baik maka kita akan membahas rangkaian running LED menggunakan IC 4017 dan IC 555 sebagai koponen utama penggerak lampu tersebut.

Lalu apa saja komponen yang diperlukan untuk membuat rangkaian LED berjalan ini? Komponen yang diperlukan cukup sederhana, dan cara merangkainya juga tidak rumit. Selengkapnya silahkan lihat skema rangkaian LED berjalan dibawah ini:

Skema Rangkaian Lampu LED Berjalan

Komponen utamanya adalah sebuah IC NE555 yang menghasilkan pulsa atau detak-detak sinyal logika, sehingga lampu LED dapat menyala berkedip. Ditambah satu IC 4017 yang akan menghasilkan decade counter sehingga lampu LED dapat menyala bergantian.

Selebihnya adalah komponen pendukung yang terdiri dari resistor, dioda, capasitor, dan sebuah VR sebagai pengatur kecepatan putaran lampu LED.

Untuk merakit rangkaian lampu LED berjalan seperti diatas dapat dimulai dengan menggambar skema rangkaiannya pada PCB kosong kemudian melarutkan PCB tersebut. Selanjutnya mengisi tiap komponen yang nilainya sama dengan yang terdapat pada gambar diatas. Ketika semua komponen sudah terpasang maka tinggal melakukan penyolderan pada tiap kaki komponen dengan PCB dan melakukan pengetesan apakah rangkaian sudah dapat berfungsi dengan baik atau belum. Selamat mencoba.

Pengertian LCD Proyektor


Apakah pengertian LCD proyektor? Tentu kita sudah tidak asing dengan perangkat yang satu ini, karena sekarang ini banyak kegiatan baik rapat maupun presentasi yang menggunakan proyektor. Proyektor adalah perangkat yang digunakan untuk membuat proyeksi, proyektor sering dipakai didalam presentasi. Proyektor yang banyak digunakan sekarang ini adalah jenis LCD proyektor, LCD Proyektor dapat bekerja dengan bantuan peralatan tambahan yaitu kabel data, yang digunakan untuk menghubungkan antara proyektor dengan komputer. Yang kedua yaitu power supply, berupa adaptor yang digunakan untuk menyalakan proyektor.

Dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini maka LDC proyektor hadir dalam berbagai bentuk dan kemampuan untuk menghasilkan gambar proyeksi yang lebih baik. Kalau melihat hasil maka tidak lepas dari kualitas barang tersebut, hal ini ada kaitannya dengan merk dan harga yang menunjang mutu dari barang elektronika yang dihasilkan.

LCD proyektor juga memiliki istilah-istilah teknis seperti:

1. ANSI Lumens
2. Resolutions
3. Digital Light Processing (DLP)
4. Liquid Crystal Display (LCD)
5. Liquid Crystal on Silicon (LCOS)
6. Aspect Ratio
7. Contrast Ratio
8. Lens shift
9. Keystone

LCD proyektor

Merk LCD asal Jepang dipercaya memberikan hasil yang lebih baik daripada merk lainnya, namun kalau kita ingin mendapatkan barang yang kualitasnya terjamin tentu dapat dilihat dari harga barang tersebut. Untuk barang elektronika memang hal ini tidak dapat di abaikan karena ada harga pasti akan di ikuti dengan kualitas yang lebih baik.

Semua Perlu Penyesuaian


Menjalani hal-hal baru bukan perkara mudah karena harus ada adaptasi dengan lingkungan sekitar, membiasakan diri terhadap segala hal yang sama sekali asing dimata kita. Melalui proses seperti ini kadang menjadi sangat membosankan bahkan waktu terasa lama sekali. Adaptasi dengan sekeliling dapat di ibaratkan belajar lagi dengan hal baru yang harus kita kuasai, karena mau tidak mau itulah kenyataannya. Harus menyesuaikan kalau mau tetap lanjut.

Kalau sudah ada perencanaan sebelumnya rasanya tidak terlalu asing dengan penyesuaian tersebut, bahkan terasa hal sekecil apapun yang dilakukan menjadi berarti dan terasa penuh tantangan. Ini mungkin yang disebut menikmati proses, membiarkan perubahan terjadi pada diri sendiri dan menerimanya dengan suka rela.

Namun ketika apa yang di alami adalah penyesuaian yang tidak ada pilihan kedua maka akan semakin terasa berat untuk dijalani. Terasa seperti mengangkat beban yang berat dipundak kita, karena mau tidak mau harus memindahkan beban tersebut ke tempat yang sudah ditentukan atau pundak kita akan semakin capek membawanya.

Apa saja yang kita temui adalah penyesuaian, kalau itu mengenai hal baru. Penyesuaian karena punya rumah baru, penyesuaian karena di PHK dari pekerjaan, dan penyesuaian lainnya yang kadang disyukuri namun tak jarang menjadi penyebab depresi karena merasakan hal yang belum pernah dijalani sebelummya. Seperti orang yang baru terbangun dari mimpi indah semalaman.